Chat dengan kami disini

Sebuah bisnis, khususnya bisnis skala menengah dan besar pastinya membutuhkan dana untuk menjalankan kegiatan operasional atau mengembangkan bisnisnya. Salah satu cara mendapatkan dana untuk pengembangan usaha adalah Kredit Modal Kerja.
Seperti apa si Kredit Modal Kerja dan bagaimana cara mengajukannya? Yuk simak di bawah ini!
Apa Itu Kredit Modal Kerja?
Sesuai dengan namanya, Kredit Modal Kerja (KMK) adalah fasilitas pinjaman uang diberikan untuk sebuah usaha atau bisnis untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang sifatnya khusus seperti pembiayaan proyek, inventory, pengembangan usaha yang sudah berjalan, ataupun kebutuhan usaha lainnya.
Kegunaan kredit modal kerja ini pun jelas untuk membantu para pelaku usaha supaya tetap bisa menjalankan bisnisnya atau mungkin mengembangkannya kembali.
Keuntungan Kredit Modal Kerja
Berbeda dengan jenis kredit lain yang jangka waktu kredit hingga belasan atau puluhan tahun, Kredit Modal Kerja biasanya punya jangka waktu pendek yaitu setahun. Selain itu, debitur hanya perlu membayar bunganya saja setiap bulan, sementara untuk pokok dilunasi pada akhir tahun.
Namun, jika debitur belum bisa melunasi maka akan diberikan opsi perpanjangan. Oleh karena itulah, kredit modal kerja lebih cocok untuk pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk proyek atau pengembangan usaha tapi tidak ingin mencicil terlalu lama.
Salah satu pilihan Kredit Modal Kerja yang bisa Anda gunakan adalah Kredit Modal Kerja dari Bank Lestari Bali (BPR) yang memiliki beragam keunggulan.
- Plafon lebih besar yaitu hingga 30 Milyar
- Bunga mulai dari 12.50%
- Biaya provisi ringan mulai dari 0,6%
Tertarik mengajukan kredit modal kerja untuk pengembangan bisnis Anda? Yuk ajukan sekarang di sini!
https://bprlestari.com/kredit/kmk-kredit-modal-kerja

Menyambut momen Natal dan Tahun Baru 2026, BPR Lestari menghadirkan promo spesial melalui LestariDiskon. Nikmati berbagai penawaran menarik dengan diskon hingga 40% di puluhan merchant pilihan... Selengkapnya

Hidup di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat modus penipuan semakin beragam dan semakin sulit dibedakan dengan layanan resmi. Salah satu modus yang kembali marak yakni penipu yang... Selengkapnya

Fenomena sandwich generation di Indonesia semakin nyata. Laporan Asian Development Bank (ADB) “Aging Well in Asia” menyebutkan bahwa 50% lansia berusia 60+ masih bergantung pada... Selengkapnya